Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan PPh Elektronik

Tata cara pembuatan dan penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Elektronik diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER – 01/PJ/2017 tanggal 23 Januari 2017. Hal-hal yang diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal tersebut antara lain adalah:

Pengertian Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak Penghasilan PPh Tahunan Elektronik

Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT Tahunan) Pajak Penghasilan (PPh) Elektronik adalah Surat Pemberitahuan Pajak Penghasilan untuk suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak yang disampaikan dalam bentuk dokumen elektronik, baik berupa SPT Normal maupun SPT Pembetulan.

Wajib pajak yang wajib menyampaiakn SPT Tahunan elektronik

Wajib pajak yang wajib menyampaiakn SPT Tahunan elektronikadalah wajib pajak yang:

  1. diwajibkan menyampaikan SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 21 dalam bentuk dokumen elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan dan memiliki kewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan;
  2. diwajibkan menyampaikan SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai dalam bentuk dokumen elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan dan memiliki kewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan;
  3. sudah pernah menyampaikan SPT Tahunan Elektronik;
  4. terdaftar di KPP Madya, KPP di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Khusus, dan KPP di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Wajib Pajak Besar;
  5. menggunakan jasa konsultan pajak dalam pemenuhan kewajiban pengisian SPT Tahunan Pajak Penghasilan; dan/atau
  6. laporan keuangannya diaudit oleh akuntan publik.

Cara penyampaian SPT Tahunan PPh elektronik

Wajib Pajak dapat menyampaikan SPT Elektronik ke KPP dengan cara:

  1. langsung;
  2. dikirim melalui pos dengan bukti pengiriman surat;
  3. dikirim melalui perusahaan jasa ekspedisi/kurir dengan bukti pengiriman surat; atau
  4. melalui saluran tertentu yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak sesuai dengan perkembangan teknologi informasi.

Yang dimaksud dengan saluran tertentu sebagaimana dimaksud di atas adalah:

  1. laman Direktorat Jenderal Pajak;
  2. laman Penyalur SPT Elektronik;
  3. saluran suara digital yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak untuk Wajib Pajak tertentu;
  4. jaringan komunikasi data yang terhubung khusus antara Direktorat Jenderal Pajak dengan Wajib Pajak; dan
  5. saluran lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak.

Keterangan dan/atau dokumen yang disyaratkan dalam SPT Tahunan Elektronik

Wajib pajak dapat:

  1. menyampaikan dalam format Portable Document Format (PDF) dalam satu file, dalam hal SPT Elektronik disampaikan secara langsung, melalui pos, atau melalui perusahaan jasa ekspedisi/kurir, atau
  2. mengunggah SPT Elektronik, dalam hal SPT Elektronik disampaikan melalui saluran tertentu sebagaimana dimaksud di atas.

Dikecualikan dari ketentuan sebagaimana dimaksud di atas, Wajib Pajak Orang Pribadi yang menyampaikan SPT Tahunan Pajak Penghasilan 1770 S atau 1770 SS dengan status nihil atau kurang bayar.

Atas penyampaian SPT Elektronik, KPP melakukan penelitian kelengkapan penyampaian SPT Elektronik dengan mengisi lembar penelitian.

Komentar:

Ternyata tidak gampang untuk membuat/mengisi SPT Tahunan Elektronik melalui aplikasi yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak, bahkan bagi mereka yang biasa menjalankan aplikasi program sekalipun. 

Bagaimana bagi para Wajib pajak yang tidak biasa menjalankan program aplikasi untuk mengisi dan menyampaikan SPT Tahunan PPh-nya?? Padahal sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak tersebut di atas, ada beberapa klasifikasi Wajib pajak yang diwajibkan membuat dan menyampaikan SPT Tahunan PPh-nya secara elektronik.

About Jaja Zakaria

Nama saya Jaja Zakaria, saya tinggal di Depok, Jawa Barat, kurang lebih 40 km dari Jakarta Selatan. Saya alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogayakarta, dan Opleidings Instituut Financien, Den Haag, Belanda di bidang Hukum Pajak Internasional. Saya pengarang beberapa buku, e-book, dan makalah-makalah perpajakan. Pengalaman saya antara lain pernah menjadi anggota delegasi Indonesia dalam perundingan Perpajakan dengan Denmark, Mesir, Kanada, Uni Emirat Arab, Kuwait, Turki, Brunei Darussalam, Pilipina, Vietnam, Mongolia, dan Taiwan; dalam Study Group on Asian Tax Administration and Research (SGATAR) meeting; dan dalam Joint Commission Indonesia - China. Saya juga anggota International Word Tax Expert.

Posted on February 19, 2017, in Forum, Topik Perpajakan and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

%d bloggers like this: