e-Filing SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tanpa Fasilitas Print

Dalam tahun 2016, bagi para wajib pajak yang biasanya membuat Surat Pemberi Tahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilannya dengan sistem e- Filing (membuat SPT Pajak Penghasilan dengan sistem e-lektronik atau on line), harus membuat SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun 2015 dengan menggunakan aplikasi e- Filing Tahun 2016.
Berbeda dengan aplikasi e-Filing sebelumnya, dalam aplikasi e- Filing Tahun 2016 ternyata tidak menyediakan fasilitas „Print“ (pencentakan).
Kita tidak tahu apakah tidak adanya fasilitas Print dalam e-Filing 2016 tersebut disengaja (by design) atau adanya keteledoran dari programer pembuat e-Filing 2016.

Akibat ketiadaan fasilitas Print dalam aplikasi e-Filing Tahun 2016 tersebut, wajib pajak sangat dirugikan, karena dengan demikian wajib pajak tidak dapat memiliki pisik (hard copy) SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2015. Padahal SPT Tahunan Pajak Penghasilan tidak hanya menjadi kepentingan Direktorat Jenderal Pajak, tetapi banyak aktifitas di mana copy SPT Tahunan menjadi salah satu persyaratan yang diminta.
Beberapa contoh saja:

  • Jika seseorang akan mengajukan kredit ke bank, salah satu persyaratan yang diminta adalah copy SPT Tahunan.
  • Jika wajib pajak mengajukan keberatan atau banding ke Pengadilan Pajak, salah satu dokumen yang diminta adalah SPT Tahunan Pajak Penghasilan dari Tahun Pajak yang diajukan keberatan atau banding.
  • Seorang konsultan pajak yang ditunjuk menjadi kuasa khusus dari Wajib pajak, ketika menyampaikan Surat Kusas Khusus yang berkenaan ke Kantor Pelayanan Pajak yang berkenaan, salah satu persyaratannya harus melampirkan SPT Tahunan Pajak Penghasilan dua Tahun berturut-turut.

Komentar:
Kita sebagai wajib pajak merasakan bahwa dalam melaksanakan hak-hak dan kewajiban perpajakan, bukannya dari waktu ke waktu makin mudah dan sederhana, malahan makin susah dan ribet.  Apabila wajib pajak tidak dapat melaksanakan kewajiban perpajakannya, karena kendala prosedur yang ribet,  pada gilirannya, tentu saja akan berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan pajak.

About Jaja Zakaria

Nama saya Jaja Zakaria, saya tinggal di Depok, Jawa Barat, kurang lebih 40 km dari Jakarta Selatan. Saya alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogayakarta, dan Opleidings Instituut Financien, Den Haag, Belanda di bidang Hukum Pajak Internasional. Saya pengarang beberapa buku, e-book, dan makalah-makalah perpajakan. Pengalaman saya antara lain pernah menjadi anggota delegasi Indonesia dalam perundingan Perpajakan dengan Denmark, Mesir, Kanada, Uni Emirat Arab, Kuwait, Turki, Brunei Darussalam, Pilipina, Vietnam, Mongolia, dan Taiwan; dalam Study Group on Asian Tax Administration and Research (SGATAR) meeting; dan dalam Joint Commission Indonesia - China. Saya juga anggota International Word Tax Expert.

Posted on February 26, 2016, in Forum, Topik Perpajakan and tagged , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. fantastic issues altogether, you just gained a logo new reader.
    What could you recommend about your post that you made a few days ago?
    Any sure?

  2. I enjoy, result in I discovered just what I was having
    a look for. You have ended my four day lengthy hunt!
    God Bless you man. Have a nice day. Bye

  3. Hi there to all, how is all, I think every one is getting more from this web page, and your views are pleasant for new visitors.

%d bloggers like this: