Fasilitas Perpajakan Tahun 2015

Dalam rangka untuk lebih mendorong investasi di Indonesia, pemerintah Indonesia telah meluncurkan kebijakan baru mengenai fasilitas perpajakan di bidang Pajak Penghasilan. Kebijakan fasilitas perpajakan baru tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2015, juncto Peraturan Menteri Keuangan Nomor 89/PMK.010/2015.

Fasiltas perpajakan dapat diberikan baik kepada Penanaman Modal Dalam Negeri, maupun Penanaman Modal Asing, yang melakukan kegiatan:

  1. Di Bidang-bidang Usaha Tertentu sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Pemerintah Nomor 18. Tahun 2015, dan/atau
  2. Di Bidang-bidang Usaha Tertentu dan Daerah-daerah Tertentu sebagaimana tercantum dalam Lampiran II Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2015.

Fasiltias perpajakan yang diberikan adalah:

  1. pengurangan penghasilan neto sebesar 30% dari jumlah penanaman modal berupa aktiva tetap berwujud termasuk tanah yang digunakan untuk kegiatan utama usaha, dibebankan selama 6 tahun masing-masing sebesar 5% pertahun yang dihitung sejak saat mulai berproduksi secara komersial;
  2. penyusutan yang dipercepat atas aktiva berwujud dan amortisasi yang dipercepat atas aktiva tak berwujud yang diperoleh dalam rangka penanaman modal baru dan/atau perluasan usaha yang dimulai sejak bulan berlakunya keputusan persetujuan pemberian fasilitas Pajak Penghasilan;
  3. pengenaan Pajak Penghasilan atas dividen yang dibayarkan kepada Wajib Pajak luar negeri selain bentuk usaha tetap di Indonesia sebesar 10%, atau tarif yang lebih rendah menurut perjanjian penghindaran pajak berganda yang berlaku; dan
  4. kompensasi kerugian yang lebih lama dari 5 tahun tetapi tidak lebih dari 10 tahun.

Rincian dari fasilitas perpajakan tersebut, siapa saja yang dapat memperoleh fasiltas perpajakan, serta tata cara pengajuan permohonan untuk memperoleh fasilitas perpajakan, dapat dilihat dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 89/PMK.010/2015.

Komentar:

Secara garis besar, fasilitas perpajakan yang diberikan, sebenarnya tidak berbeda dengan fasilitas perpajakan yang diberikan sebelumnya. Yang berbeda adalah jenis Bidang Usaha dan Daerah Tertentu yang dapat memperoleh fasilitas perpajakan lebih banyak.

About Jaja Zakaria

Nama saya Jaja Zakaria, saya tinggal di Depok, Jawa Barat, kurang lebih 40 km dari Jakarta Selatan. Saya alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogayakarta, dan Opleidings Instituut Financien, Den Haag, Belanda di bidang Hukum Pajak Internasional. Saya pengarang beberapa buku, e-book, dan makalah-makalah perpajakan. Pengalaman saya antara lain pernah menjadi anggota delegasi Indonesia dalam perundingan Perpajakan dengan Denmark, Mesir, Kanada, Uni Emirat Arab, Kuwait, Turki, Brunei Darussalam, Pilipina, Vietnam, Mongolia, dan Taiwan; dalam Study Group on Asian Tax Administration and Research (SGATAR) meeting; dan dalam Joint Commission Indonesia - China. Saya juga anggota International Word Tax Expert.

Posted on May 18, 2015, in Forum, Topik Perpajakan and tagged , . Bookmark the permalink. Comments Off on Fasilitas Perpajakan Tahun 2015.

Comments are closed.

%d bloggers like this: