Tepatkah penggunaan istilah Pengusaha Kena Pajak (PKP) dalam sistem pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)?

Menurut sistim pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), pihak yang dikenakan PPN adalah konsumen akhir. Namun demikian, PPN yang dibayar oleh konsumen akhir tersebut tidak disetorkan sendiri ke kas negara oleh konsumen akhir, tetapi penyetorannya dilakukan oleh pihak yang ditunjuk oleh undang-undang untuk memungut PPN terebut. Itulah sebabnya PPN dikatagorikan sebagai pajak tidak langsung. Pihak yang ditunjuk undang-undang untuk memungut PPN adalah pengusaha yang menyerahkan barang kena pajak atau menyerakan jasa kena pajak.

Pengusaha sendiri tidak dikenakan PPN (netral terhadap PPN), kecuali dalam kapasitasnya sebagai konsumen akhir.

Menurut Undang-undang PPN, Pengusaha diartikan sebagai orang pribadi atau badan dalam bentuk apa pun yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya menghasilkan barang, mengimpor barang, mengekspor barang melakukan usaha perdagangan, memanfaatkan barang tidak berwujud dari luar Daerah Pabean melakukan usaha jasa termasuk mengekspor jasa, atau memanfaatkan jasa dari luar Daerah Pabean. (Pasal 1 Nomor 14 Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009).

Sedangkan Pengusaha Kena Pajak diartikan sebagai Pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan Undang-undang ini. (Pasal 1 Nomor 15 Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009).

Sebagaimana telah diuraikan di atas, berdasarkan sistem pengenaan PPN yang berlaku, yang terutang dan membayar PPN adalah konsumen akhir. Pembayaran PPN tersebut, dilakukan melalui pemungutan  PPN oleh pengusaha yang menyerahkan barang kena pajak atau penyerahan jasa kena pajak kepada konsumen. Berdasarkan ketentuan undang-undang PPN, pengusaha yang menyerahkan barang ken pajak atau jasa kena pajak, selain berkewajiban untuk memungut PPN atas barang kena pajak atau penyerahan jasa kena pajak yang diserahkannya, juga berkewajiban meyetorkan ke kas negara, dan melaporkan PPN yang telah dipungutnya.

Dari hal-hal yang diuraikan di atas, saya berpendapat bahwa penggunaan istilah Pengusaha Kena Pajak tidak tepat karena yang dikenakan pajak itu konsumen akhir bukan pengusaha, pengusaha hanya berkewajiban memungut, menyetorkan ke kas negara, dan melaporkan PPN atas penyerahan barang kena pajak atau penyerahan jasa kena pajak yang dilakukannya. Istilah ini membingungkan seolah-olah yang kena pajak (PPN) itu pengusaha bukan konsumen.

Istilah yang tepat menurut pendapat saya, sesuai dengan tugas yang dibebankan kepada pengusaha oleh undang-undang adalah istilah Pengusaha Pemungut Pajak. Dengan demikian, pengertian Pengusaha Kena Pajak-pun harus diubah menjadi ” Pengusaha Pemungut Pajak adalah Pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang berkewajiban memungut, menyetorkan, dan melaporkan pajak yang telah dipungutnya berdasarkan Undang-undang ini”.

Mudah-mudah ada perubahan apabila Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 nantinya diubah lagi.

About Jaja Zakaria

Nama saya Jaja Zakaria, saya tinggal di Depok, Jawa Barat, kurang lebih 40 km dari Jakarta Selatan. Saya alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogayakarta, dan Opleidings Instituut Financien, Den Haag, Belanda di bidang Hukum Pajak Internasional. Saya pengarang beberapa buku, e-book, dan makalah-makalah perpajakan. Pengalaman saya antara lain pernah menjadi anggota delegasi Indonesia dalam perundingan Perpajakan dengan Denmark, Mesir, Kanada, Uni Emirat Arab, Kuwait, Turki, Brunei Darussalam, Pilipina, Vietnam, Mongolia, dan Taiwan; dalam Study Group on Asian Tax Administration and Research (SGATAR) meeting; dan dalam Joint Commission Indonesia - China. Saya juga anggota International Word Tax Expert.

Posted on June 26, 2014, in Forum, Topik Perpajakan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 13 Comments.

  1. Wow! This blog looks just like my old one! It’s on a completely different
    topic but it has pretty much the same layout and design.
    Excellent choice of colors!

  2. Hello, Neat post. There’s a problem with your site in internet explorer, might
    check this? IE nonetheless is the market leader and a good part of
    people will leave out your wonderful writing due to this problem.

  3. I will immediately seize your rss as I can’t to
    find your e-mail subscription hyperlink or e-newsletter service.
    Do you have any? Kindly permit me know in order that I could subscribe.


  4. Excellent post however , I was wondering if you could write a litte
    more on this topic? I’d be very grateful if you could elaborate
    a little bit further. Bless you!

  5. I used to be able to find good advice from your

  6. No matter if some one searches for his necessary thing, therefore he/she wishes to be available that in detail,
    therefore that thing is maintained over here.

  7. My brother recommended I may like this website.
    He was entirely right. This submit actually made my day.
    You cann’t consider simply how so much time I had spent for this info!
    Thank you!

  8. Hi there, this weekend is fastidious for me, as this point in time
    i am reading this great informative article here at my residence.

  9. Your style is very unique compared to other people I have read stuff
    from. Thanks for posting when you have the opportunity,
    Guess I’ll just book mark this site.

  10. Hi there, yes this paragraph is in fact pleasant and I have learned lot
    of things from it on the topic of blogging. thanks.

  11. Hi colleagues, how is all, and what you want to say regarding this paragraph,
    in my view its in fact remarkable for me.

  12. I could not refrain from commenting. Well written!|

  13. Merely wanna comment on few general things, The website layout is perfect, the articles is rattling excellent. “Good judgment comes from experience, and experience comes from bad judgment.” by Barry LePatner.

%d bloggers like this: