Dapatkah Peraturan Meteri Keuangan Nomor 21/PMK.03/2014 Menyelesaikan Kontroversi Dalam Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai?

Pasal 9 ayat (6) Undang-undang Nomor 42 Tahun 2009 mengatur bahwa apabila dalam suatu Masa Pajak, Pengusaha Kena Pajak selain melakukan penyerahan yang terutang pajak juga melakukan penyerahan yang tidak terutang pajak, sedangkan Pajak Masukan untuk penyerahan yang terutang pajak tidak dapat diketahui dengan pasti, jumlah Pajak Masukan yang dapat dikreditkan untuk penyerahan yang terutang pajak dihitung dengan menggunakan pedoman yang diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan.

Sebagai peraturan pelaksanaan dari ketentuan Pasal 9 ayat (6) tersebut di atas, Menteri Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan No. 78/PMK.03/2010, tentang Pedoman Penghitungan Pengkreditan Pajak Masukan Bagi Pengusaha Kena Pajak Yang Melakukan Penyerahan Yang Terutang Pajak dan Penyerahan Yang Tidak Terutang Pajak.

Salah satu ketentuan yang penting dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 78/PMK.03/2010, adalah ketentuan Pasal 2 angka 1 yang menyatakan sebagai berikut:  “Pengusaha Kena Pajak yang melakukan kegiatan :

  1. usaha terpadu (integrated), terdiri dari : a. unit atau kegiatan yang melakukan Penyerahan yang Terutang Pajak; dan  b. unit atau kegiatan lain yang melakukan Penyerahan yang Tidak Terutang Pajak, sedangkan Pajak Masukan untuk Penyerahan yang Terutang Pajak tidak dapat diketahui dengan pasti, jumlah Pajak Masukan yang dapat dikreditkan untuk Penyerahan yang Terutang Pajak dihitung dengan menggunakan pedoman penghitungan Pajak Masukan yang dapat dikreditkan”.

Dengan berpedoman pada ketentuan Pasal 2 angka 1, pihak Otoritas Pajak Indonesia melakukan koreksi fiskal atas Pajak Masukan yang berhubungan dengan penyerahan barang kena pajak dan atau penyerahan jasa kena pajak yang bertalian dengan produk hasil pertanian seperti: tandan buah segar (kelapa sawit) sebagai bahan untuk membuat Crude Palm Oil (CPO), daun teh sebagai bahan untuk membuat teh, kakao sebagai bahan untuk membuat coklat, jagung sebagai bahan untuk membuat minyak jagung, dan sebagainya, misalnya Pajak Masukan PPN atas pembelian puouk. Dengan koreksi tersebut, Pajak Masukan yang bertalian dengan produksi tandan buah segar, daun teh, kakao, jagung, dan sebagainya tidak boleh dikreditkan. Alasan dilakukannya koreksi tersebut adalah tandan buah segar kelapa sawit, daun teh, kakao, jagung dan sebagainya merupakan barang strategis yang penyerahannya tidak terutang Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Kebijakan Otoristas Pajak tersebut menimbukan kehebohan, sehingga para Pengusaha Kena Pajak, khususnya yang memproduksi Crude Palm Oil (CPO) mengajukan keberatan, kemudian banding ke Pengadilan Pajak, serta mengajukan Permohonan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung; bahkan mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Agung terhadap Peraturan Menteri Keuangan No. 78/PMK.03/2010 dengan alasan Peraturan Menteri Keuangan No. 78/PMK.03/2010 dianggap bertentangan dengan Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai dan menyebabkan adanya pajak ganda.

Akibat dari kebijakan Otoraritas Pajak tersebut di atas, harga jaul CPO, teh, minyak jagung, coklat, dan hasil produk pertanian lainnya menjadi lebih mahal, karena dalam harga jual CPO dan sebagainya terdapat:  1) unsur Pajak Masukan yang tidak dapat dikreditkan yang kemudian oleh pengusaha dijadikan biaya (yang menambah harga pokok penjualan), dan 2) unsur pengenaan PPN atas PPN yang tidak bisa dikreditkan (cascade effect).

Karena adanya desakan dari berbagai kalangan, pada tahun 2014 Menteri Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21/PMK.011/2014 tentang Perubahan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 78/PMK.03/2010.

Salah satu ketentuan yang penting dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21/PMK.011/ 2014 tersebut adalah ketentuan Pasal 2A ayat (1) dan (2) yang menyatakan sebagai berikut:

Ayat (1):

Pengusaha Kena Pajak yang:

  1. menghasilkan Barang Kena Pajak yang atas penyerahannya termasuk dalam Penyerahan yang Tidak Terutang Pajak; dan
  2. mengolah dan/atau memanfaatkan lebih lanjut Barang Kena Pajak sebagaimana dimaksud pada huruf a, baik melalui unit pengolahan sendiri maupun melalui titip olah dengan menggunakan fasilitas pengolahan Pengusaha Kena Pajak lainnya sehingga menjadi Barang Kena Pajak yang atas seluruh penyerahannya termasuk dalam Penyerahan yang Terutang Pajak,

seluruh Pajak Masukan yang sudah dibayar dapat dikreditkan sesuai ketentuan peraturan perundang­ undangan di bidang perpajakan.”

Ayat (2):

“Pajak Masukan yang dapat dikreditkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Pajak Pertambahan Nilai yang seharusnya sudah dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak.”

Dengan adanya ketentuan Pasal 2A ayat (1) dan (2) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21/PMK.011/ 2014 tersebut Pajak Masukan yang bertalian dengan produk tandan buah segar, daun teh, kakao, jagung dan sebagai yang tadinya tidak dapat dikreditkan berdasarkan kebijakan dari Otoritas Pajak, menjadi dapat dikreditkan.

Komentar:

Menurut pendapat saya, pokok pangkal dari permasalahan tersebut di atas ada dua:

1.   Menjadikan hasil produk pertanian seperti tandan buah segar, daun teh, kakao, jagung dan lain-lain barang yang sejenis menjadi barang strategis yang penyerahannya tidak dikenakan pajak 

Tindakan tersebut kurang tepat. Adapun alasannya adalah sebagai berikut: a) menurut undang-undang, tandan buah segar, daun teh, kakao, jagung dan lain-lain yang sejenis merupakan barang kena pajak yang penyerahannya terutang PPN, sedangkan ketentuan mengenai barang strategis hanya diatur dengan Peraturan Pemerintah yang derajatnya lebih rendah dari undang-undang, b) jika hasil turunan dari produk hasil pertaniana tersebut seperti CPO, coklat, minyak jagung, teh dan sebagainya diekspor, ketentuan mengenai barang strategis menjadi kontra produkstif karena barang-barang yang diekspor tersebut menjadi lebih mahal karena dalam harganya terdapat unsur PPN yang tidak dikreditkan; c) alasan bahwa apabila produk pertanian dikenakan PPN akan memberatkan para petani kecil, juga tidak beralasan, karena apabila mereka menginginkan produknya tidak dikenakan PPN dapat mengajukan permohonan untuk ditetapkan sebagai Pengusaha Kecil yang bukan merupakan Pengusaha Kena Pajak. Jadi menurut pendapat saya, solusinya bukan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan yang baru tetapi mencabut Peraturan Pemerintah mengenai barang strategis.

2.  Pokok pangkal persoalan yang kedua adalah mengenai masalah pengertian penyerahan menurut Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai.

Otoritas Pajak menafsirkan perpindahan tandan buah segar sawit dari kebun milik sendiri ke pabrik CPO yang juga milik sendiri, perpindahan daun teh dari kebun teh milik sendiri ke pabrik pembuatan teh yang juga milik sendiri, perpindahan jagung dari kebun jagung milik sendiri ke pabrik minyak jagung yang juga milik sendiri, dan kasus-kasus lain yang sejenis dianggap sebagai penyerahan menurut Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai. Saya berpendapat bahwa perpindahan bahan baku hasil kebun sendiri seperti tanda buah segar ke pabrik CPO yang juga milik sendiri, dan lain-lain kasus yang serupa, bukan merupakan penyerahan sebagaimana dimaksudkan Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai. Akan merupakan penyerahan apabila tandan buah segar dan lain-lain hasil produk pertanian dalam kasus yang serupa, diserahkan (dijual) kepada pihak lain.

Jika perpindahan barang kena pajak sebagaimana diuraikan di atas bukan merupakan penyerahan barang kena pajak, maka tidak akan timbul permasalahan tidak diakuinya Pajak Masukan yang bertalian dengan kegiatan menghasilkan produk pertanian seperti tandan buah segar sawit, daun teh, jagung dan sebagainya.

Kesimpulannya, sepanjang Peraturan Pemerintah mengenai Barang Strategis belum dicabut atau diubah, dan paradigma Otoritas Pajak mengenai pemahaman penyerahan belum berubah, tidak tertutup kemungkinan kasus serupa akan terjadi di masa depan.

About Jaja Zakaria

Nama saya Jaja Zakaria, saya tinggal di Depok, Jawa Barat, kurang lebih 40 km dari Jakarta Selatan. Saya alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogayakarta, dan Opleidings Instituut Financien, Den Haag, Belanda di bidang Hukum Pajak Internasional. Saya pengarang beberapa buku, e-book, dan makalah-makalah perpajakan. Pengalaman saya antara lain pernah menjadi anggota delegasi Indonesia dalam perundingan Perpajakan dengan Denmark, Mesir, Kanada, Uni Emirat Arab, Kuwait, Turki, Brunei Darussalam, Pilipina, Vietnam, Mongolia, dan Taiwan; dalam Study Group on Asian Tax Administration and Research (SGATAR) meeting; dan dalam Joint Commission Indonesia - China. Saya juga anggota International Word Tax Expert.

Posted on May 6, 2014, in Forum, Topik Perpajakan and tagged , , , . Bookmark the permalink. 28 Comments.

  1. Hello to all, the contents present at this web page are genuinely
    awesome for people knowledge, well, keep up the good work fellows.

  2. Spot on with this write-up, I actually believe that this website needs much more attention.
    I’ll probably be back again to see more, thanks for the
    info!

  3. Fabulous, what a website it is! This web site presents valuable data to us,
    keep it up.

  4. It’s awesome in support of me to have a web site, which is
    useful for my experience. thanks admin

  5. Hello colleagues, how is the whole thing, and what you want to say regarding this
    paragraph, in my view its actually remarkable
    designed for me.

  6. What i do not realize is in truth how you’re now not actually much more smartly-favored than you may be right now.
    You are so intelligent. You recognize thus considerably in the case of this subject, produced me for my part believe it from so many
    numerous angles. Its like women and men are not interested unless it is one thing
    to do with Lady gaga! Your own stuffs nice. All the time maintain it up!

  7. Hey! I’m at work surfing around your blog
    from my new iphone 3gs! Just wanted to say I love reading your blog and look forward to all your posts!
    Keep up the fantastic work!

  8. Incredible! This blog looks just like my old one! It’s on a entirely different topic
    but it has pretty much the same layout and design. Outstanding choice of colors!

  9. Now I am going away to do my breakfast, later than having
    my breakfast coming yet again to read additional news.

  10. Ƭhis post іs worth eѵeryone’s attention. ңow can ӏ
    find οut moгe?

  11. Heya! I know this is kind of off-topic but I had to ask.

    Does building a well-established website such as yours require a massive amount work?
    I am brand new to running a blog but I do write in my
    diary every day. I’d like to start a blog so I can easily share my own experience
    and feelings online. Please let me know if you have any kind of recommendations or tips for new aspiring blog
    owners. Appreciate it!

  12. Keep this going please, great job!

  13. I am extremely impressed along with your writing skills and also with the layout for your
    blog. Is that this a paid topic or did you modify it yourself?

    Either way keep up the excellent high quality writing, it’s uncommon to see a great blog like
    this one these days..

  14. It’s perfect time to make some plans for the future
    and it’s time to be happy. I have read this post and if I could
    I want to suggest you few interesting things or suggestions.
    Maybe you can write next articles referring to this article.
    I want to read more things about it!

  15. It’s great that you are getting ideas from this piece of writing as well as from our argument made here.

  16. Tremendous issues here. I am very happy to peer your article.
    Thanks a lot and I am looking forward to contact you.

    Will you kindly drop me a e-mail?

  17. Hello everybody, here every person is sharing such experience, thus it’s pleasant to read this web site, and
    I used to pay a visit this blog daily.

  18. My programmer is trying to convince me to move to .net from PHP.
    I have always disliked the idea because of the
    expenses. But he’s tryiong none the less. I’ve been using Movable-type on various websites for about a year and am
    anxious about switching to another platform. I have heard very good things about blogengine.net.
    Is there a way I can import all my wordpress posts into it?
    Any kind of help would be really appreciated!

  19. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai bisnis. Artikel ini sangat menambah wawasan mengenai bisnis. Saya memiliki beberapa tulisan sejenis mengenai ekonomi bisnis yang dapat dilihat di Journal Ekonomi Bisnis

  20. Just want to say your article is as amazing. The clearness in your post is just spectacular and i can assume you’re an expert on this subject.
    Well with your permission let me to grab your feed to keep updated with forthcoming
    post. Thanks a million and please keep up the
    gratifying work.

  21. You are my breathing in, I have few web logs and rarely run out from to post .

  22. Hmm is anyone else having problems with the images on this blog loading? I’m trying to determine if its a problem on my end or if it’s the blog. Any feedback would be greatly appreciated.

  23. Hello mates, good article and good urging commented here Something to Behold | Anchored Amblings , I am genuinely enjoying by these. Cheap Jordans

  24. Wow, amazing blog layout! How long have you been blogging for? you made blogging look easy. The overall look of your site is great, let alone the content!

  25. “Fantastic blog article.Really thank you! Will read on…”

  26. I really can’t believe how great this site is. Keep up the good work. I’m going to tell all my friends about this place.

  27. This site looks better and better every time I visit it. What have you done with this place to make it so amazing?!

  28. Pretty great post. I simply stumbled upon your blog and wished to say that I have truly loved surfing around
    your blog posts. After all I will be subscribing in your rss feed
    and I am hoping you write again soon!

%d bloggers like this: