Komentar Atas Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 57P/HUM/2010 Mengenai Perkara Permohonan Hak Uji Materiil antara Joefly J. Bahroeny, dkk Vs Menteri Keuangan

Latar belakang

Pada tanggal  1 Oktober 2010, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang diwakili oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umum–nya  telah mengajukan permohonan Uji Materiil terhadap Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 78/PMK.03/2010 tanggal 5 April 2010 kepada Mahkamah Agung melalui para Kuasanya. Masalah pokok yang dimintakan Uji Materiil adalah adanya ketentuan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 78/PMK.03/2010 yang mengatur bahwa Pajak Masukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang bertalian dengan kegiatan menghasilan Tanda Buah Segar Sawit untuk bahan baku pembuatan Crude Palm Oil (CPO) tidak bisa dikreditkan dengan alasan Tanda Buah Segar termasuk sebagai barang strategis yang penyerahannya dibebaskan dari pengenaan PPN.

Dalil Pemohon Uji Materiil

Salah satu dari dalil-dalil yang penting yang diajukan oleh para Pemohon Hak Uji Materiil (selanjutnya: Pemohon) adalah bahwa dengan tidak diperkenankannya Pajak Masukan yang bertalian dengan produksi Tandan Buah Segar Sawit untuk dikreditkan akan menyebabkan terjadinya pajak ganda atas PPN yang dipungut.

Dalam bantahannya Menteri Keuangan (selanjutnya: Termohon) menolak adanya pajak ganda yang dikemukakan oleh Pemohon. Dalil yang dikemukakan oleh Termohon pada intinya adalah sebagai berikut: pemungutan PPN atas pembelian pupuk, dan pemungutan PPN atas penjualan CPO bukan merupakan pajak berganda, karena objek maupun subjek pemungutannya berbeda. Pada saat pemungutan PPN atas pembelian pupuk, objek pemungutannya adalah pupuk dan subjek yang menanggung beban PPN adalah pembeli pupuk. Sedangkan pada saat pemungutan PPN atas penjualan CPO, objek pemungutannya adalah CPO dan subjek yang menanggung beban PPN adalah pembeli CPO.

Pertimbangan hukum Majelis Mahkamah Agung yang menolak permohonan Uji Materiil

Menurut Majelis Hakim Mahkamah Agung tidak terjadi pajak ganda dengan alasan pada saat Pemohon Hak Uji Materiil dikenai PPN karena membeli pupuk, posisi Pemohon adalah sebagai pembeli, sedangakan pada saat Pemohon menjual hasil produksi berupa CPO yang menanggung/membayar PPN adalah pembeli CPO, posisi Pemohon pada saat penjualan CPO hanya sebagai pemungut PPN dan bukan penanggung/pembayar PPN.

Menurut pandangan penulis, baik Termohon maupun Majleis Hakim Mahkamah Agung telah keliru menafsirkan pengertian pajak ganda dalam kasus ini. Argumentasi yang dikemukakan baik oleh Termohon maupun Majelis Hakim, yang menyebutkan bahwa tidak terjadi pajak ganda karena baik subjek yang menanggung PPN maupun objeknya berbeda, lebih mengarah pada pengertian pajak ganda untuk Pajak Penghasilan, bukan untuk pengertian pajak ganda untuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Pengertian terjadi pajak ganda atau lebih tepatnya terjadinya cascade effect dalam pemungutan PPN adalah apabila ada PPN yang telah dipungut, kemudian atas PPN yang telah dipungut tersebut dipungut lagi PPN. Dalam kasus yang kita diskusikan ini, menurut penulis, jelas telah terjadi pajak ganda (atau lebih tepatnya terjadi cascade effet) atas PPN yang dipungut. Argumentasinya adalah sebagai berikut: PPN yang dipungut kepada Pemohon, misalnya pada saat pembelian pupuk merupakan Pajak Masukan bagi Pemohon. Karena PPN tersebut tidak bisa dikreditkan, maka PPN tersebut oleh Pemohon akan dibiayakan dan akan masuk sebagai unsur biaya dalam memproduksi CPO dan pada gilirannya dalam harga CPO akan termasuk PPN yang tidak bisa dikreditkan tersebut.  Pada saat CPO itu dijual, maka akan ada unsur PPN yang dipungut atas PPN yaitu pemungutan kembali PPN atas PPN yang tidak bisa dikreditkan oleh Pemohon yang oleh Pemohon dimasukkan sebagai biaya yang mempengaruhi besaran harga jual CPO..

Contoh penghitungan:

Misal Pengusaha Kena Pajak (PKP) A memproduksi CPO. Biaya yang diperlukan untuk memproduksi CPO sebesar 1.000.000, termausk didalammnya biaya untuk membeli pupuk untuk memproduksi Tandan Buah Segar (TBS) sebagai bahan baku CPO sebesar 800.000. Misal marjin atas penjualan CPO 20%. Atas biaya pembelian bahan-bahan untuk produksi CPO sebesar 200.000, PPN-nya dapat dikreditkan.

Apabila PPN (masukan atas pembelian pupuk) dapat dikreditkan, maka harga jual CPO adalah: 1000.000 + (20% x 1.000.000) = 1.200.000.

Sedangkan apabila PPN (masukan atas pembelian pupuk) tidak dapat dikreditkan, maka harga jual CPO adalah: 1.000.000 + (10% x 800.000= 80, yaitu PPN karena tidak bisa dikreditkan menjadi unsur biaya) + (20% x 1.000.000, yaitu marjin) = 1.280.000.

Penghitungan PPN:
a. Konstruksi pengenaan PPN apabila Pajak Masukan atas pembelian pupuk dapat dikreditkan:
PPN (keluaran atas penjualan CPO): 10% x 1.200.000 yang dipungut kepada pembeli

120.000

Dikurangi:
– PPN (masukan atas pembelian pupuk): 10% x 800.000 80.000
– PPN (masukan atas pembelian bahan lain): 10% x 200.000 20.000
Jumlah kredit pajak

100.000

PPN terutang yang harus disetor Pengusaha Kena Pajak (PKP) A

20.000

b. Konstruksi pengenaan PPN apabila Pajak Masukan atas pembelian pupuk tidak dapat dikreditkan:
PPN (keluaran atas penjualan CPO): 10% x 1.208.000 yang dipungut kepada pembeli

128.000

Dikurangi:
– PPN (masukan atas pembelian bahan lain): 10% x 200.000

20.000

PPN terutang yang harus disetor Pengusaha Kena Pajak (PKP) A

108.000

Catatan:

Pajak keluaran sebesar 128.000 terdiri dari: 1)  PPN atas harga CPO plus marjin: 10% x 120.000 = 120, 2) PPN atas PPN atas pembelian Pupuk sebesar: 10% x (10% x 800.000) = 8. Dari contoh di atas, terdapat pajak ganda (cascade effect) atas PPN yaitu berupa pengenaan PPN atas PPN (yaitu Pajak masukan atas pupuk sebesar 80 yang tidak bisa dikreditkan, kemudian oleh Pengusaha Kena Pajak dijadikan biaya yang terbawa dalam harga jual CPO, yang kemudian dikenakan PPN ketika CPO dijual).

Komentar:

  1. Jika pertimbangan hukumnya keliru, tentunya Putusannya juga keliru?
  2. Menurut penulis, terdapat juga kekeliruan dalam bantahan yang dikemukakan oleh Termohon, yaitu yang menyatakan bahwa objek pengenaan PPN dalam pembelian PPN adalah pupuk dan objek PPN dalam penjualan CPO adalah CPO. Sepanjang yang penulis fahami, objek pengenaan PPN itu bukan barang kena pajaknya, tetapi penyerahan barang kena pajak yang bersangkutan. Dengan kata lain, objek pengenaan PPN dalam pembelian pupuk adalah penyerahan (pembelian) pupuk bukan pupuk-nya, begitu juga dalam penjualan CPO objek pengenaan PPN adalah penyerahan (penjualan) CPO bukan CPO-nya.
  3. Putusan Mahkamah Agung merupakan putusan pengadilan tertinggi, jadi besar kemungkinan Putusannya akan dijadikan jurisprudensi oleh pengadilan-pengadilan di bawah Mahkamah Agung, bahkan juga oleh otoritas pajak Indonesia. Nah, apabila Putusan yang keliru dijadikan jurisprudensi, lantas apa kata dunia?

About Jaja Zakaria

Nama saya Jaja Zakaria, saya tinggal di Depok, Jawa Barat, kurang lebih 40 km dari Jakarta Selatan. Saya alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogayakarta, dan Opleidings Instituut Financien, Den Haag, Belanda di bidang Hukum Pajak Internasional. Saya pengarang beberapa buku, e-book, dan makalah-makalah perpajakan. Pengalaman saya antara lain pernah menjadi anggota delegasi Indonesia dalam perundingan Perpajakan dengan Denmark, Mesir, Kanada, Uni Emirat Arab, Kuwait, Turki, Brunei Darussalam, Pilipina, Vietnam, Mongolia, dan Taiwan; dalam Study Group on Asian Tax Administration and Research (SGATAR) meeting; dan dalam Joint Commission Indonesia - China. Saya juga anggota International Word Tax Expert.

Posted on January 24, 2014, in Forum, Topik Perpajakan and tagged , . Bookmark the permalink. 8 Comments.

  1. I don’t know if it’s just me or if everybody else experiencing issues with your website.
    It appears as if some of the text in your posts are running off the screen. Can someone else
    please provide feedback and let me know if this is happening to them as well?

    This may be a issue with my browser because I’ve had this happen before.
    Cheers

  2. Appreciation to my father who told me on the topic of this blog, this web site is genuinely awesome.

  3. Hello there! Do you know if they make any plugins to assist with Search Engine Optimization? I’m trying to get my blog to
    rank for some targeted keywords but I’m not seeing very good success.
    If you know of any please share. Many thanks!

  4. I’ve been browsing online more than 3 hours today, yet I never found any interesting article
    like yours. It is pretty worth enough for me.
    Personally, if all website owners and bloggers made
    good content as you did, the web will be much more useful than ever before.

  5. I have to thank you for the efforts you’ve put in penning this site.
    I am hoping to see the same high-grade content from you later on as well.
    In fact, your creative writing abilities has motivated me
    to get my own blog now 😉

  6. I needed to thank you for this very good read!!
    I certainly loved every little bit of it. I have you book-marked to check out new stuff you post…

  7. I’ve been exploring for a bit for any high-quality articles or weblog posts in this kind of
    area . Exploring in Yahoo I finally stumbled upon this web site.

    Reading this information So i am satisfied to express that I have an incredibly excellent uncanny feeling I discovered exactly what I needed.
    I such a lot for sure will make certain to do not forget this website and
    give it a look on a continuing basis.

  8. Because the admin of this site is working, no hesitation very rapidly
    it will be renowned, due to its quality contents.

%d bloggers like this: