Peraturan Perpajakan Yang Diskriminatif

Terdapat beberapa peraturan perpajakan yang diskriminatif, yaitu:

1.      Keputusan Menteri Keuangan Nomor 416/KMK.04/1994, tentang Norma Penghitungan Khusus Penghasilan Neto Bagi Wajib Pajak Perusahaan Pelayaran Dalam Negeri

Menurut ketentuan Pasal 2 ayat (1) Keputusan Menteri Keuangan tersebut  di atas, penghasilan neto bagi Wajib Pajak perusahaan pelayaran dalam negeri ditetapkan sebesar 4 % dari peredaran bruto. Yang dimaksud peredan bruto adalah semua imbalan atau nilai pengganti berupa uang atau nilai uang yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak perusahaan pelayaran dalam negeri dari pengangkutan orang dan/atau barang yang dimuat dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain di Indonesia dan/atau dari pelabuhan di Indonesia ke pelabuhan luar negeri dan/atau sebaliknya.

Selanjutnya menurut ketentuan Pasal 2 ayat (2) nya, besarnya Pajak Penghasilan atas penghasilan dari pengangkutan orang dan/atau barang bagi Wajib Pajak perusahaan pelayaran dalam negeri adalah sebesar 1,2 % dari peredaran bruto.

Cacatan:

Besarnya angka sebesar 1,2% diperoleh dari perkalian tarif Pajak Penghasilan Badan sebesar 30% dengan besarnya penghasilan neto sebesar 4%, atau sebesar 30% x 4% = 1,2% dari penghasilan bruto.

2.      Keputusan Menteri Keuangan Nomor 417/KMK.04/1996, tentang Norma Penghitungan Khusus Penghasilan Neto Bagi Wajib Pajak Perusahaan Pelayaran Dan/Atau Penerbangan luar Negeri

Menurut ketentuan Pasal 2 ayat (1) Keputusan Menteri Keuangan tersebut  di atas, penghasilan neto bagi Wajib Pajak perusahaan pelayaran dan perusahaan penerbangan luar negeri ditetapkan sebesar 6 % dari peredaran bruto. Yang dimaksud peredan bruto adalah semua imbalan atau nilai pengganti berupa uang atau nilai uang yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak perusahaan pelayaran dan/atau penerbangan luar negeri dari pengangkutan orang dan/atau barang yang dimuat dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain di Indonesia dan/atau dari pelabuhan di Indonesia ke pelabuhan di luar negeri.

Selanjutnya, menurut ketentuan Pasal 2 ayat (2) nya, besarnya Pajak Penghasilan atas penghasilan dari pengangkutan orang dan/atau barang bagi Wajib Pajak perusahaan pelayaran dan/atau penerbangan luar negeri adalah sebesar 2,64% dari peredaran bruto.

Pajak sebesar 2.64% tersebut merupakan pajak final.

Cacatan:

Besarnya angka sebesar 2,64% diperoleh dari perhitungan sebagai berikut:

  • penghasilan bruto                                                                                    = 100%
  • Penghasilan neto (penghasilan kena pajak): 6% x100%          = 6%
  • Penghasilan badan terutang: 30% x 6%                                         = 1,8% -/-
  • Penghasilan kena pajak setelah paja (branch profits)              = 4,2%
  • Pajak penghasilan atas branch profits: 20% x 4,2%                  = 0,84%                                                                                       = 0,84%

– Jumlah Pajak Penghasilan terutang: 1,8% + 0,84% = 2,64%

3.    Keputusan Menteri Keuangan Nomor 475/KMK.04/1996, tentang Norma Penghitungan Khusus Penghasilan Neto Bagi Wajib Pajak Perusahaan Penerbangan Dalam Negeri

Menurut ketentuan Pasal 2 ayat (1) Keputusan Menteri Keuangan tersebut  di atas, penghasilan neto bagi Wajib Pajak perusahaan pelayaran dalam negeri ditetapkan sebesar 6 % dari peredaran bruto. Yang dimaksud peredaran bruto adalah semua imbalan atau nilai pengganti berupa uang atau nilai uang yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak perusahaan pelayaran dalam negeri dari pengangkutan orang dan/atau barang yang dimuat dari satu pelabuhan ke pelabuhan lain di Indonesia dan/atau dari pelabuhan di Indonesia ke pelabuhan luar negeri dan/atau sebaliknya. Sedangkan yang dimaksud Wajib Pajak perusahaan penerbangan dalam negeri adalah perusahaan penerbangan yang bertempat kedudukan di Indoensia yang memperoleh penghasilan berdasarkan perjanjian charter,

Selanjutnya, menurut ketentuan Pasal 2 ayat (2) nya, besarnya Pajak Penghasilan atas penghasilan dari pengangkutan orang dan/atau barang bagi Wajib Pajak perusahaan penerbangan dalam negeri adalah sebesar 1,8 % dari peredaran bruto.

Pajak sebesar 1,8% tersebut merupakan kredit pajak yang dapat diperhitungkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan.

Cacatan:

Jika di analisa, besarnya angka sebesar 1,8% diperoleh dari perkalian tarif Pajak Penghasilan Badan sebesar 30% dengan besarnya penghasilan neto sebesar 6%, atau sebesar 30% x 6% = 1,8% dari penghasilan bruto.

Dari uraian tersebut di atas, diketahui bahwa untuk wajib pajak perusahaan pelayaran dalam negeri, wajib pajak perusahaan penerbangan dalam negeri, wajib pajak perusahaan pelayaran luar negeri, dan wajib pajak perusahaan penerbangan luar negeri, sampai saat ini dikenakan Pajak Penghasilan Badan dengan tarif 30%. Sedangkan sejak 1 Januari 2010 wajib pajak lainnya dikenakan Pajak Penghasilan dengan tarif 25%.

Hal yang demikian itu, jelas menimbulkan diskriminasi pengenaan pajak. Selain itu, penerapan tarif 30% nyata-nyata bertentangan dengan ketentuan Pasal 17 ayat (2a) Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 yang menetapkan bahwa tarif Pajak Penghasilan Badan dari 28% diubah menjadi 25% yang mulai berlaku sejak tahun pajak 2010.

Komentar:

Sepanjang pengetahuan penulis, sampai saat ini, ketiga Keputusan Menteri Keungan tersebut di atas masih berlaku, belum dicabut maupun diubah disesuaikan dengan ketentuan Undang-undang Pajak Penghasilan yang baru. Jika diskriminasi ini dibiarkan, apa kata dunia???

Tentunya anda punya komentar atau pendapat atas masalah ini. Dengan sangat senang hati saya mengundang anda memberikan komentar atau pendapat.

About Jaja Zakaria

Nama saya Jaja Zakaria, saya tinggal di Depok, Jawa Barat, kurang lebih 40 km dari Jakarta Selatan. Saya alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogayakarta, dan Opleidings Instituut Financien, Den Haag, Belanda di bidang Hukum Pajak Internasional. Saya pengarang beberapa buku, e-book, dan makalah-makalah perpajakan. Pengalaman saya antara lain pernah menjadi anggota delegasi Indonesia dalam perundingan Perpajakan dengan Denmark, Mesir, Kanada, Uni Emirat Arab, Kuwait, Turki, Brunei Darussalam, Pilipina, Vietnam, Mongolia, dan Taiwan; dalam Study Group on Asian Tax Administration and Research (SGATAR) meeting; dan dalam Joint Commission Indonesia - China. Saya juga anggota International Word Tax Expert.

Posted on April 18, 2013, in Forum, Topik Perpajakan and tagged , , . Bookmark the permalink. 14 Comments.

  1. Thanks for a marvelous posting! I truly enjoyed reading it, you can be a great author.
    I will be sure to bookmark your blog and will come back very soon. I
    want to encourage you to continue your great job, have a nice morning!

  2. This piece of writing provides clear idea
    in favor of the new users of blogging, that actually how to
    do blogging.

  3. Superb post however I was wondering if you could write a litte more
    on this subject? I’d be very grateful if you
    could elaborate a little bit further. Many thanks!

  4. After exploring a number of the blog posts on your website,
    I really like your technique of blogging. I added it to my bookmark website list and will be
    checking back in the near future. Please check out my web
    site too and tell me what you think.

  5. Greate pieces. Keep writing such kind of info on your site.
    Im really impressed by it.
    Hi there, You have done a fantastic job. I’ll definitely digg it and personally suggest to
    my friends. I’m confident they will be benefited from this
    site.

  6. Hi there colleagues, how is the whole thing, and what you wish for to say regarding this article, in my view its genuinely amazing in support of me.

  7. Hi! This is kind of off topic but I need some guidance from an established blog.
    Is it very difficult to set up your own blog? I’m not very techincal but
    I can figure things out pretty fast. I’m thinking about setting up my own but I’m not sure where to start.
    Do you have any tips or suggestions? Appreciate it

  8. Hi, I do think this is an excellent website. I stumbledupon it 😉 I may revisit yet again since i have saved as a favorite
    it. Money and freedom is the best way to change, may
    you be rich and continue to guide others.

  9. It is the best time to make some plans for the future and it’s time to be happy.
    I’ve learn this publish and if I may I desire to suggest you few attention-grabbing things or advice.
    Perhaps you could write next articles regarding this article.
    I wish to read more issues approximately it!

  10. It’s going to be end of mine day, except before ending I am reading this great paragraph
    to improve my experience.

  11. Hey there! This post could not be written any better!
    Reading through this post reminds me of my old
    room mate! He always kept chatting about this. I will forward this
    write-up to him. Fairly certain he will have a good read.

    Many thanks for sharing!

  12. Excellent, what a blog it is! This weblog provides valuable facts
    to us, keep it up.

  13. It’s hard to come by experienced people about this topic, however, you sound like you know what you’re talking about!
    Thanks

  14. Your way of telling everything in this piece of writing is truly fastidious, all can easily
    know it, Thanks a lot.

%d bloggers like this: