Pantas Saja Vietnam Bisa Lebih Cepat Maju Dari Indonesia

Tulisan kali ini, merupakan tulisan mengenai pengalaman saya ketika menjadi anggota delegasi Indonesia dalam perundingan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda antara Indonesia dengan Vietnam. Ada beberapa pengalaman yang menarik perhatian saya.

Perundingan yang saya ceritakan di atas, merupakan perundingan first  round negotiation yang diadakan di Hanoi, ibukota Vietnam. Dalam perundingan, dari Indonesia terdiri dari empat orang, semuanya laki-laki (termasuk saya) dan dari Vietnam juga 4 orang (semuanya perempuan).  Yang menarik perhatian saya adalah, ada salah satu anggota delegasi Vietnam yang kelihatannya masih sangat junior. Selidik punya selidik, yang bersangkutan baru saja lulus dari universitas dan baru sekitar 6 bulan menjadi pegawai Departemen Keuangan. Ia menguasai 6 bahasa, bahasa Vietnam, Prancis, Inggris, Jerman, Rusia, dan Mandarin. Kenapa hal ini menarik bagi saya, karena Vietnam telah dengan berbesar hati menempatkan pegawainya yang sangat junior dalam suatu perundingan internasional yang amat penting, yang kalau di Indonesia tidak mungkin kejadian. Hal yang telah dilakukan oleh Vietnam adalah dalam rangka mencetak kader-kader SDM yang handal.

Pengalaman menarik kedua, dalam perundingan tersebut delegasi Vietnam tidak segan-segan untuk menanyakan kepada delegasi Indonesia sesuatu hal-hal yang terdapat dalam naskah draft perjanjian yang mereka tidak ketahui atau pahami. Untuk hal-hal yang lebih baik kedepan, mereka tidak sungkan-sungkan untuk tidak “jaim”. Terbukti dalam perundingan yang kedua, mereka tidak lagi banyak bertanya kepada kita malahan mendebat kita apabila ada hal-hal yang mereka tidak setujui.

Pengalaman menarik ketiga, pada saat delegasi Indonesia diantar jala-jalan di kota Hanoi. Biasanya dalam setiap perundingan terdapat satu hari waktu jeda, yang dipergunakan oleh tuan rumah untuk mempersiapkan draft naskah perjanjian sebagai hasil dari perundingan yang akan dibahas pada hari terakhir perundingan. Sedangkan bagi delegasi tamu biasanya diantar oleh pribumi untuk memperkenalkan sebagian dari keadaan negaranya. Saat itu yang mengantar delegasi Indonesia adalah salah satu delegasi Vietnam yang saya ceritakan di atas. Habis jalan-jalan, yang antara lain mengunjungi mausoleum tempat jenazah Ho Chi Min di balsem dan diperlihatkan pada umum, kita mampir ke kedai minuman. Minuman yang dibeli 5 kaleng soft drink, yang empat kaleng untuk rombongan Indonesia, sedangkan yang satu lagi diperuntukan untuk anggota delegasi Vietnam yang menjadi guide kita. Ketika soft drink tesebut ditawarkan kepadanya, ia dengan halus menolaknya, walaupun berkali-kali kita tawarkan. Karena penasaran kenapa ia menolak, saya menanyakan alasannya. Ia menjelaskan bahwa ia adalah pribumi, seharusnya dia yang memberikan minuman kepada tamunya bukan sebaliknya. Selanjutnya ia juga bilang bahwa ia telah di gaji oleh Departmen Keuangan untuk menjalankan tugas, termasuk apa yang dia lakukan sekarang. Tidak pantas dia menerima sesuatu di luar gaji yang telah ia terima. Mendengar jawabannya, saya sih hanya membatin dalam hati, gimana ya kalau kejadiannya terjadi di negaraku tercinta??

Pengalaman menarik keempat, pada saat delegasi Indonesia diundang makan malam oleh ketua delegasi Vietnam. Dari oang keduataan Indonesia kami mengetahui bahwa ketua delegasi Vietnam yang mengundang delegasi Indonesia itu jenderal dari Vietkong, tentara Vietnam yang terkenal itu, yang membikin kocar kacir dan membikin malu tentara Amerika. Hal yang menarik adalah, pakaian yang dikenakan sang jenderal. Pakaiannya adalah jas berwarna coklat yang sudah lusuh, dengan potongan sangat jadul. Jas tersebut tidak bedanya dengan jas-jas yang ada di pasar loak di Indonesia. Barangkali untuk logika orang Indonesia, pakaian tersebut tidak layak dipakai oleh ketua delegasi Vietnam dalam perundingan penting yang diadakan dengan dengan negar lain, dan ia berpangkat jenderal pula. Hal ini sangat jauh berbeda dengan jas-jas yang dipakai delegasi Indonesia.

Ketika pesawat yang membawa rombongan delegasi Indonesia pelan-pelan mengudara meninggalkan tanah Vietnam, saya membatin dalam hati pantas saja kalau Vietnam bisa lebih maju dari kita.

About Jaja Zakaria

Nama saya Jaja Zakaria, saya tinggal di Depok, Jawa Barat, kurang lebih 40 km dari Jakarta Selatan. Saya alumni Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogayakarta, dan Opleidings Instituut Financien, Den Haag, Belanda di bidang Hukum Pajak Internasional. Saya pengarang beberapa buku, e-book, dan makalah-makalah perpajakan. Pengalaman saya antara lain pernah menjadi anggota delegasi Indonesia dalam perundingan Perpajakan dengan Denmark, Mesir, Kanada, Uni Emirat Arab, Kuwait, Turki, Brunei Darussalam, Pilipina, Vietnam, Mongolia, dan Taiwan; dalam Study Group on Asian Tax Administration and Research (SGATAR) meeting; dan dalam Joint Commission Indonesia - China. Saya juga anggota International Word Tax Expert.

Posted on September 27, 2012, in Kapita Selekta. Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. Hi there I am so happy I found your blog page,
    I really found you by accident, while I was looking on Yahoo for something else, Anyways I am here now and would
    just like to say thank you for a fantastic post and
    a all round interesting blog (I also love the theme/design), I don’t have time to look over it
    all at the minute but I have book-marked it and also added in your RSS
    feeds, so when I have time I will be back to read much more, Please do keep up the
    great job.

  2. I’m really inspired with your writing abilities as neatly as with the
    format in your blog. Is that this a paid topic or did you modify it yourself?
    Either way keep up the excellent quality writing, it’s rare to peer a great weblog like this one nowadays..

  3. Spot on with this write-up, I really believe that this amazing site needs
    a great deal more attention. I’ll probably be back again to read through more, thanks for the info!

  4. hi!,I like your writing very a lot! share we keep up a correspondence
    extra approximately your article on AOL? I require a specialist
    on this house to resolve my problem. May be that’s you!
    Taking a look ahead to look you.

  5. I love your blog.. very nice colors & theme.
    Did you design this website yourself or did you hire someone to do it
    for you? Plz respond as I’m looking to design my own blog and would like to find out where u got this from.

    appreciate it

  6. Saya juga pernah berkunjung ke vietnam. Dan saya mengamati kultur budaya masyarakatnya. Kesan 6 hari kunjungan bahwa masyarakat Vietnam pekerja keras, disiplin dalam kerja, pembngunan infrastruktur bagus, jalan lebar dan luas, taman2 bersih dan rapih, meski banyak pengendara motor tetapi tidak macet.

%d bloggers like this: